Tak sengaja kumenatap wajahnya dibalik kaca
Terlihat jelas raut wajah dan senyum yang dia bingkai bukan untukku
Untuk beberapa menit aku terpaku menatapnya
Seberapa lamapun dia berdiri disana sama sekali tak membuatku bosan
Disaat kunikmati wajah itu semakin aku ingat bahwa aku menginginkannya
Setelah dia beranjak dari tempat itu,
Aku kembali tersadar bahwa aku tak bisa memilikinya
Dia telah berlabel orang lain
Dan apa dayaku yang tak ditakdirkan berjodoh
Namun asaku tentangnya masih saja bergelantungan dikepala
Entah mengapa disaat tak terlihat cela meraihnya
Aku masih saja berharap di hari esok, takdir berkata lain
Ketika menginginkan itu, aku seraya tidak mempedulikan yang lain
Mungkin logikaku terpengaruh oleh rasa yang terbentuk untuknya











0 komentar:
Posting Komentar