Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kisah terbingkai Airmata



Aku melihat kisah hari ini, sebuah kisah yang terbingkai oleh air mata. Sebuah kisah yang bertemakan cinta.
Kali ini kisah sebuah permainan rasa, mencintai tulus namun dikhianati. Terdengar biasa sehh,, karena hanya kisah yang berulang.
Namun, ketika setelah mengkhianati datang tanpa dosa dan meminta kecupan yang tak menyenangkan dikondisi hati yang sesak. Apa itu wajar? Pertanyaan yang timbul kemudian, apakah dia memiliki hati ? atau Mungkinkah dia bukan manusia, sehingga tidak tahu bagaimana kondisi rasa saat itu.

Sudah tergambarkan tujuan awalnya memang tidak pernah terbingkai rasa dihatinya. Tujuannya hanya untuk kepuasan semata, dan apakah tujuan itu bisa dibenarkan ketika dibantahkan kalimat “Dia tahu dari awal, mengapa dia bersedia melewati hari-hari selanjutnya”. Pernyataan yang memang benar, tetapi disisi lain pernyataan itu sulit untuk disinkronkan dengan logika yang telah terkontaminasi oleh rasa. Karena ketika kita telah jatuh cinta, rasa itu membuat kita berpikir dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Jika kembali berpikir dalam kisah ini, kita tidak mampu mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Kembali ke pribadi masing-masing bagaimana cara menanggapinya. Tetapi ketika kita tahu rasa sakit hati, setidaknya kita berusaha untuk tidak saling menyakiti karena tidak ada Rumah Sakit manapun yang mampu mengobati rasa sakit seperti itu.

Sesugguhnya tidak ada kisah tentang cinta yang bisa terhindar dari air mata. Setidaknya dari air mata kita belajar dan kemudian mengerti.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karena Aku Percaya ^_^



Lihat bagaimana aku menerima dirimu dengan kegilaanku
Kegilaan yang sulit diterima dengan nalar setiap perempuan
Bukan karena aku tak memiliki hati
Bukan karena aku tidak peduli
Tetapi karena aku percaya

Berpikir positif dan menggantung percaya adalah kelebihanku
Kamu menawarkan hal yang ingin kupercaya
Kamu membentuk opini yang terekam dibenakku sebagai hal indah
Semua hal itu yang menjadi modal percayaku
Dan menjadi hal yang tidak pernah ku permasalahkan

Ingat !!.
Aku bukan percaya dengan bodoh
Logika ku tidak bungkam
Sebaliknya aku belajar dari hal yang kamu pertontonkan
Kelak aku akan menarik kesimpulan dari semua yang telah terangkai
Dan ketika itu terjadi ku harap kamu tak menyesal atas semua tentangku

Hari ini aku percaya
Hari ini rasaku tidak peduli
Dan hari ini aku mulai merangkai kata untuk menyimpulkan
Namun, entah hari esok kan seperti apa..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tidak Ada Judul



Kehidupan selalu berhasil membingkai kisah dan menghadirkan berbagai rasa. Bahkan semuanya terbentuk tanpa disadari. Kisah itu berawal dari senyum yang pertama kali terlihat ketika pertama kali menginjak lingkungan baru. Kemudian mengalir membentuk rasa berujung obsesi. Apa daya hanya berakhir di perhentian keinginan.

Setiap kali kisah milik orang lain terangkai bersama harapan yang diinginkan, sensasi berbeda bergejolak dan rasanya tak menyenangkan. Memantau dari kejauhan dan menikmakti rasa, berharap tak meneteskan kesedihan. Sudah sangat jelas tergambarkan bukan,,

Apa yang diharapkan kemudian, selain menunggu waktu untuk terbiasa. Meski disetiap waktu yang terlewati rasanya tetap sama. Kapan berubah menjadi tak mengapa??. 

Belum terlihat sebuah persimpangan, yang ada hanya jalan lurus tak berliku.
Bosan pun menghampiri karena setiap rasa yang tercipta masih tetap sama.
Tak ada yang mengingin kondisi seperti ini.
Menunggu . . . Menunggu. . . dan mencari persimpangan untuk memutar arah..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asaku Tentangnya



Tak sengaja kumenatap wajahnya dibalik kaca
Terlihat jelas raut wajah dan senyum yang dia bingkai bukan untukku
Untuk beberapa menit aku terpaku menatapnya
Seberapa lamapun dia berdiri disana sama sekali tak membuatku bosan
Disaat kunikmati wajah itu semakin aku ingat bahwa aku menginginkannya

Setelah dia beranjak dari tempat itu,
Aku kembali tersadar bahwa aku tak bisa memilikinya
Dia telah berlabel orang lain
Dan apa dayaku yang tak ditakdirkan berjodoh
Namun asaku tentangnya masih saja bergelantungan dikepala

Entah mengapa disaat tak terlihat cela meraihnya
Aku masih saja berharap di hari esok, takdir berkata lain
Ketika menginginkan itu, aku seraya tidak mempedulikan yang lain
Mungkin logikaku terpengaruh oleh rasa yang terbentuk untuknya


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS