Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ayah . . .



Orang tua. Yahh.. orang tua adalah sosok yang tak akan pernah dipisahkan dengan kasih sayang kepada anaknya. Seorang anak perempuan sering kali mengatakan bahwa laki-laki yang tidak akan menyakiti hatinya adalah ayahnya. Sosok ayah pemarah sekalipun tidak akan menyakiti anaknya.
Suatu pagi ketika seorang anak perempuan sedang berdebat dengan ayahnya yang disiplin padanya.
“Ayah, aku sudah lelah diatur sama ayah, aku udah besar dan aku sudah cukup tahu, termasuk memilih pasangan” kata seorang gadis kepada ayahnya yang tengah meminum kopi kemudian dia berlalu.
Sang ayah mendengar hal itu tak mampu berkata lagi bahkan secangkir kopi favoritenya tak disentuhnya lagi.

Dua bulan berlalunya suasana yang tidak menyenangkan itu.
Kemudian disuatu pagi dengan suasana yang hampir sama. Anak perempuan sambil menangis menghampiri ayahnya.
“Ayah ternyata dia jahat, hatiku sakit dengan kelakuannya. Aku harus bagaimana, aku sedih ayah.” Katanya sambil menangis tersedu dipangkuan ayahnya.
Menghela nafas panjang, mengusap kepala anaknya dan berkata “Hal seperti ini yang ayah tidak inginkan terjadi padamu nak, ayah tidak ingin kamu sakit hati. Bukannya ayah melarangmu untuk pacaran dengan siapapun tetapi ayah tidak ingin kamu merasakan sakit hati dan disakiti seperti ini.”
Sang anak tak mampu berkata lagi, dia hanya menangis dan menyesalinya.

“Jodoh akan menghampiri dengan sendirinya nak, dan jika dia laki-laki yang tidak berniat menyakitimu pasti dia akan menemui ayah.” Lanjut ayah yang berusaha menenangkan anaknya..
 Dan kembali kopi favorite sang ayah tak disentuhnya..

Terkadang kita tidak tahu alasan setiap orang tua memperlakukan anaknya. Namun, seperti apapun caranya pastinya bertujuan baik untuk anaknya..
Aaahhh… Love u so much ayah..  ^_^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

'EGO' !!??


"Ketika Harapan lebih berharga dibanding sebuah EGO"


Hari ini aku melihat kemenangan sebuah ego. Pagi tadi dia menyalamiku sebagai ungkapan perpisahan sambil menunjukan sepucuk surat. Bukan surat cinta melainkan surat yang berarti pengibaran bendera putih. Aku hanya tersenyum dan tidak sempat membalas kalimatnya. Setelah kutelusuri ternyata keadaan itu terjadi karena perselisihan yang melibatkan ego. 

Sulit menjelaskan bahkan detil penjelasan pun akan mental ketika dibahasakan pada saat itu. Entah apakah keadaan seperti itu bisa dikatakan normal untuk manusia, tak mampu mengontrol pikiran sendiri ketika ego atau emosi sedang menyelimuti.

Dan perselisihan itu dimenangkan oleh ego, berhenti dan pergi. Baginya hal itu adalah sebuah langkah yang paling benar. Hal itu bisa saja terjadi ketika alasan berada ditempat itu karena untuk dirinya sendiri sehingga keputusannya berhubungan untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sakit. Lain hal dengan orang yang bertahan bukan untuk dirinya sendiri yakni melibatkan orang yang berharga baginya [semisal keluarga]. 

Apadaya bagi orang yang bertahan dengan alasan bukan untuk dirinya sendiri. Emosi, ego atau mungkin hal yang tidak menyenangkan sekalipun tetap diabaikan. Bukan disebut mulia tetapi pengorbanan untuk sebuah senyum yang lebih berharga.

Tak ada yang sakit yang mampu diredam dengan mudah, namun ketika itu sakit demi meraih senyum dari orang yang berharga setidaknya dapat ditopang oleh keinginan tersebut. Biarkan sakit hari ini untuk senyum esok. Itu pemahaman sederhanaku saja untuk menguatkan disetiap sakit yang tak terungkap. 
‘Kill your Ego’ may be . . .


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Ingin Kamu . . .




Mimpi,..
Siapa yang tidak pernah bermimpi. Meski kehidupan ini tidak seperti sebuah dongeng tetapi bermimpi untuk hal indah tentu menyenangkan. Aku bermimpi memiliki seseorang yang tidak hanya mengerti tetapi juga memahamiku. Aku butuh itu atau mungkin aku menginginkannya. Alhasil penyakit iri pun menghampiri. Aku iri dengan mereka yang memperolehnya, aku iri dengan mereka yang tersenyum dengan alasan itu. Bolehkan aku mempertahankan iri tersebut.

Aku ingin kamu . . .
Tak perlu penjelasan panjang kamu telah paham
Tak perlu bercerita, kamu sudah tahu suasana hati
Tak pernah meminta, kamu tahu kapan harus memberi
Tak pernah berharap, kamu selalu ada dikeadaan yang kubutuhkan
Aku ingin kamu seperti itu. . .
Terlalu sempunakah itu ?

Berkat keinginan itu, aku benci melihat dunia luar yang mempertontonkan apa yang kuinginkan tetapi bukan untukku.. Mungkin ini pelampiasan kekecewaan namun bukan kebencian. Hanya sebuah pelampiasan hati yang bertujuan memberi kelegaan dan ketenangan. Namun, tetap terselip harapan semoga bisa demikian..

Ini ceritanya, bisa saja dirasakan oleh yang lain..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS