"Ketika Harapan lebih berharga dibanding sebuah EGO"
![]() |
Hari ini aku melihat kemenangan sebuah ego. Pagi tadi dia menyalamiku
sebagai ungkapan perpisahan sambil menunjukan sepucuk surat. Bukan surat cinta
melainkan surat yang berarti pengibaran bendera putih. Aku hanya tersenyum dan
tidak sempat membalas kalimatnya. Setelah kutelusuri ternyata keadaan itu
terjadi karena perselisihan yang melibatkan ego.
Sulit menjelaskan bahkan detil penjelasan pun akan mental ketika
dibahasakan pada saat itu. Entah apakah keadaan seperti itu bisa dikatakan normal
untuk manusia, tak mampu mengontrol pikiran sendiri ketika ego atau emosi
sedang menyelimuti.
Dan perselisihan itu dimenangkan oleh ego, berhenti dan pergi. Baginya hal
itu adalah sebuah langkah yang paling benar. Hal itu bisa saja terjadi ketika alasan
berada ditempat itu karena untuk dirinya sendiri sehingga keputusannya
berhubungan untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sakit. Lain hal dengan orang
yang bertahan bukan untuk dirinya sendiri yakni melibatkan orang yang berharga
baginya [semisal keluarga].
Apadaya bagi orang yang bertahan dengan alasan bukan untuk dirinya
sendiri. Emosi, ego atau mungkin hal yang tidak menyenangkan sekalipun tetap
diabaikan. Bukan disebut mulia tetapi pengorbanan untuk sebuah senyum yang
lebih berharga.
Tak ada yang sakit yang mampu diredam dengan mudah, namun ketika itu
sakit demi meraih senyum dari orang yang berharga setidaknya dapat ditopang
oleh keinginan tersebut. Biarkan sakit hari ini untuk senyum esok. Itu pemahaman
sederhanaku saja untuk menguatkan disetiap sakit yang tak terungkap.
‘Kill your
Ego’ may be . . .












0 komentar:
Posting Komentar