Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Apakah Anda Tulus ??



 Aku Sedih Kawan, Saat kugantungkan Kepercayaanku tetapi kamu tidak demikian


Ketulusan suatu hal yang menyenangkan. Ketulusan juga merupakan hal yang didambakan semua orang. Tidak hanya ketulusan dari pasangan yang diinginkan tetapi ketulusan dalam bertemanpun hal yang dibutuhkan dalam menjalin persaudaraan dengan teman.

Tetapi sadarkah ??,,
Banyak saat ini orang-orang yang berlabel teman tidak setulus yang kita lihat. Ada yang berteman untuk memanfaatkan, mencari keuntungan atau teman hanya sebuah label yang kehadiran kita tidak pernah dianggap. Parahnya lagi ketika teman yang mengagung-agungkan pertemanan dan mengaku layaknya saudara tetapi itu berlaku jika kita bersamanya tetapi ketika tak bersama mereka tidak peduli.

Dan bagaimana jika mereka yang mengaku teman tetapi tidak mampu menjaga dan memperlakukan kita sebagai teman. Kepercayaan yang dibangun terhadapnya seketika buyar jika demikian.

Haruskah kita memilih-milih dalam berteman ??
Haruskah kita harus berhati-hati dalam merangkai emosional dengan orang lain ??
Kehidupan menghadirkan berbagai pelaku kehidupan yang memiliki seribu karakter. Maka sebaiknya pelajari, mengerti dan pahami orang-orang disekitarmu apalagi orang yang mengulurkan pertemanan.

Kita tidak perlu memilih dalam berteman, sambut tangan yang mengulurkan janji pertemanan. Tetapi jangan gantungkan kepercayaan kepada mereka sebelum kamu memahami isi kepala mereka.

Jauh dari itu semua, ketika kamu menginginkan teman yang tulus jadilah teman yang tulus terlebih dahulu...




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

No Title



Apakah dengan berpura-pura akan lebih baik ?
Menyamarkan yang tak menyenangkan dengan harga mati
Tampak yakin bertahan dibalik gundah
Lantang menyebut semua akan berlalu dan menjadi biasa
Padahal deretan hari menunggu menjadi biasa itu menyakitkan

Bingung, terlihat memiliki kepribadian ganda
Berhasil mengurai senyum didepan mereka
Kemudian bersembunyi didalam hati sendiri
Katanya itu yang disebut kuat
Padahal pembodohan diri sendiri
Menyakiti diri sendiri lebih dari mengiris urat nadi

Ketika mendalami yang terlihat hanya upaya untuk mensugesti diri sendiri
Adakah gunanya ??
Menikmati yang tak menyenangkan seorang diri
Pembodohan yang mungkin merusak cepat atau lambat

Mengarah kemana pilu akan pergi
Ketika untuk berucap sesulit menaklukkan dunia
Semakin menjelaskan semakin tak terlihat akhir kalimat
Ku sarankan jangan seperti ini karena rasanya tak menyenangkan




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamu adalah Senja




Pesona senja selalu memukau
Tidak hanya menghangatkan tetapi selalu berhasil mengurai senyum
Pesona senja selalu terlihat berwarna
Tidak membosankan dan selalu berhasil membuat tak berpaling

Kamu adalah senja. . .
Pesonamu laksana senja, memukau dan berwarna
Setiap kali memandangmu menguak rindu kemudian
Laksana senja yang tak pernah bermaksud menebar pesona
Melainkan pesona itu sendiri yang memancar
Itulah kamu,,,
Meski tak bermaksud menebar pesona
Tetapi selalu berhasil mempesona




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa ini sudah BENAR !!??



Kebingungan sembunyi dari permukaan
Tak ada yang terlihat jelas kecuali mata sendiri yang memandang
Berpijak melangkah dengan tenang sesungguhnya tersesat
Dan kemana kemudian seharusnya berlabuh

Menempuh jalan yang berbeda, keluar dari zona sebelumnya
Memautkan asa di hal yang baru dan menanti hal untuk dipanen
Sesuai harapankah atau malah sebaliknya
Bukan Tanya itu yang menghalang

Zona seperti apa yang ingin tercipta
Membuat sensasi berbeda disetiap fajar
Berhasil menyita lamunan yang melambung jauh
Dan pada akhirnya menciptakan tanya baru
“Apa ini sudah benar ?”

Inikah yang diharapkan, sensasi yang melibatkan logika dan hati
 Melangkah kemudian dengan jawaban hanya bisa tampak dimasa depan
Selain menjalani, tak ada cara lain. . .


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terlihat Baik-Baik Saja



  

'Buat Hatimu Beku Sejenak'



Perhatikan yang terjadi dengan orang-orang yang menyebut dirinya sedang galau. Banyak alasan yang menyebabkan kita berada diposisi sulit untuk melangkah. Kebanyakan dari mereka galau karena patah hati, merasa dilukai oleh seseorang terlebih jika orang itu yang memiliki tempat istimewa dihati. Rasanya hal yang sulit diutarakan dengan kalimat ketika hati terluka parah. Aku, kamu, dia dan mereka pasti pernah merasakannya sehingga tidak perlu kumendeskripsikan panjang kali lebar.

Sadarkah, akan sangat percuma memberikan hal positif kepada mereka yang sedang dirundung pilu. Karena yang menyelimuti kepalanya adalah hal yang menyakitkan itu sehingga hal positif apapun sulit untuk dicerna. Tetapi memberikan hal positif akan membantu untuk berdiri setidaknya sebagai tongkat untuk tetap tegap dan kembali melangkah. Seperti kalimat ‘Berbagi itu selalu berhasil melegakan’ meski tak pernah bisa menyelesaikan. But, remember!! Tidak semua hal yang bisa dibagikan keorang lain.

Tahukah, menurutku ada hal yang setingkat lebih sulit dimengerti dibanding rasa patah hati. Yahh.. Bagiku itu yakni “Terlihat Baik-Baik Saja”. Bayangkan aja, ketika rasa sakit mungkin menjelang depresi tetapi kamu harus menahan dan mengendalikannya kemudian melewati keseharianmu seperti kemarin. Menebar senyum, merangkai tawa dan terlihat tidak ada sesuatu yang mengganggu. Mungkin dapat dimisalkan buat hatimu beku untuk sejenak didepan mereka. Berdiri tegap dibalik kemurungan hati. Yahh, mungkin seperti itu gambarannya.

Terlihat baik-baik saja mugkin sedikit lebih sulit dibanding terlihat sedang sedih karena kita harus dipaksa menahan rasa. Tak kupungkiri terlihat baik-baik saja sama halnya kita berpura-pura atau menipu diri sendiri. Tetapi bagiku itu lebih baik, karena orang disekeliling kita tidak perlu tahu apapun tentang hal yang kita rasakan. Itu karena beberapa diantara mereka hanya penasaran bukan karena peduli.

But, dari semua itu, pernah dengar kalimat ‘Badai Pasti Berlalu’ kalimat yang menggambarkan kesedihan hari ini akan menjadi biasa beberapa hari kedepan dan pada akhirnya akan baik-baik saja. Begitupun kegaluan ‘Galau Pasti Berlalu’, kita hanya butuh untuk bertahan sedemikian rupa dan akan terbiasa esok hari. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS