Apa yang kamu cari dari
tindakan mu itu ?? apakah kau tak mendapatkan itu dari kekasihmu. Kau mencari
kesenangan dengan mendatangi diriku. Kau seakan ingin melampiaskan nafsumu
semata dan tujuanmu setiap saaat menemuiku hanya pelampiasan nafsu belaka, yang
mungkin tak kau peroleh dari
kekasihmu.
Apa kau bahagia setelah
datang menemuiku semalam ? tentunya pasti kau jawab “iya” karena kau memperoleh
apa yang kau inginkan, keindahan tubuhku. Aku tak marah dengan tanganmu yang
seenaknya menggenggam tanganku, menciuminya untuk menghangatkan tanganmu. Kau menikmati
keindahan tubuhku yang pada malam itu aku mengenakan celana pendek sehinggga
kau puas memandanginya bahkan tanganmu gatal
untuk menyentuhnya. Yah, aku tahu itu karena aku merasakannya, tanganmu yang
semula hanya menggenggam tanganku dan sedikit demi sedikit menghampiri kakiku
yang hanya dibalut dengan celana pendek. Aku hanya tertawa pada saat itu,
ternyata kau sebejad itu. Mungkin pada malam itu kau bahagia dengan kepuasanmu,
tapi bagiku itu sebuah lelucon yang berhasil kubuat yang artinya menandakan kau
SAMA dengan lelaki yang penuh dengan nafsu belaka.
“Aku belum mau pulang,
aku pulangnya jam 10 aja yahh, nggak papakan?” Tanyamu. Bodoh, kau belum mau
pulang karena kau belum puaskan!!??.
Lucunya adalah kau tak
sadar bahwa kau telah menunjukkan sikapmu yang sebenarnya bahkan kau lebih
bejad dari yang kukira. Sadarkah kau bahwa aku tahu, kau memiliki kekasih dan
aku kenal dia. Satu hal yang perlu kau tahu aku tak akan melukai hati kekasihmu
yang setia padamu disana. Maka bahagialah kamu karena mulutku akan tetap
bungkam, meski ku tahu itu salah.
“Aku dengar kamu ingin
nonton yahh? Bareng sama aku saja, aku teraktir dehh..” Bujukmu padaku.
Kebodohanmu selanjutnya
yang tampak, aku tahu kau ingin mengajakku karena kau masih ingin melanjutkan nafsumu
di dalam bioskop yang gelap pasti tanganmu akan tak tenang melihat tanganku
yang nganggur di sampingmu dan bisa jadi kau akan meminta lebih dari itu. Aku telah menebak
hal itu yang akan terjadi.
Apa yang sebenarnya
yang kau rasakan padaku, cintakah ?, atau hanya sekedar nafsu belaka yang tak
kau peroleh dari kekasihmu. Teringatkah kau dengan kekasihmu saat kau melakukan
hal itu. Satu hal yang bisa kuprediksi kau sama sekali tak memiliki rasa cinta
untukku dan kau hanya menjadikanku pelampiasan nafsumu yang tak kau dapatkan
dari kekasihmu. Aku pun mengiyakan semua tindakanmu hanya ingin tahu seberapa
bejad dirimu, hanya itu. Jika kau pikir aku memiliki perasaan suka atau cinta
padamu, itu SALAH karena aku tak pernah memilki rasa apapun padamu, sedikitpun.
Satu hal yang perlu kau
tahu, aku tak akan memberikan lebih dari apa yang telah kau lakukan pada malam
itu. Batas pelampiasan nafsumu hanya sampai disitu saja. Aku tahu kau masih
berharap lebih dari apa yang kau peroleh malam itu dan selanjutnya jika kau
berupaya dengan melakukan segala cara untuk memperoleh lebih maka aku akan
pergi dan membiarkan dirimu menahan nafsumu yang tak terpenuhi. Pada saat itu
aku yakin kau akan sedih, terpuruk dan pada saat itulah “Kemenanganku” dimulai.