Aku terjebak dalam anganku
membuatku melakukan segala cara agar dapat terwujud, bahkan melakukan yang
selama ini tak pernah terpikirkan olehku.
“Mengapa seperti ini ??” Teriak
batinku yang semakin sesak dengan hal yang ingin kugapai. Aku kelelahan dengan
rutinitas ini. Rutinitas yang menjebak batinku dalam gelap keinginan duniawi
semata. Meski tiap tingkah laku mencerminkan diriku baik-baik saja tetapi
sesungguhnya aku kesakitan.
Sendiri ku menahan batinku yang
sakit yang tertekan dengan keadaan disekelilingku. Yah,, aku memilih menyimpan
semuanya sendiri karena percuma jika ada yang tahu pasti tak akan merubah
apapun dan kutahu sifat manusia yang memperoleh informasi tentunya akan
berpindah ke manusia lainnya dan aku tak menginginkan hal itu. Itu yang membuatku
tak pernah ingin membagi cerita dengan orang disekelilingku.
Tidak, aku pernah menemukan
seseorang yang berhasil membuatku tak bungkam lagi dengan kisahku, namun karena
kesalahanku dia pun pergi tak kembali. Hingga
kini kukembali ke kehidupanku semula, kehidupan yang kujalani dengan diam
menutupi keinginanku.
Semakin hari aku semakin terjebak
dalam anganku. Tangis hati setiap saat memilukanku kini. “Tuhan rasanya sakit”
Kataku mengeluh. Kata-kata penguat ataupun kata indah serasa tak mempan lagi,
kata penyemangat telah basi terngiang.
Canda tawa mereka menusuk tajam
dan sangat menyakitkan. “Heii kalian tahukah kalian kalau aku sakit!!” teriak batinku yang semakin menjadi. Percuma,,
yahh percuma mereka tak akan dengar jikalaupun mereka dengar merekapun tak akan
peduli.
Sudahlah.. jalan hidup setiap
manusia berbeda dan telah ditentukan jauh sebelum manusia itu lahir, termasuk
aku, jalan hidupku yang seperti saat ini mungkin
telah ditentukan seperti ini. Aku yakin aka ada kebahagiaan dan ujung dari
perjalanan hidupku dan anganku suatu saat akan terjawab. Kuserahkan kepada
waktu yang menunjukan akhir dari angan ini. . .











0 komentar:
Posting Komentar