Meski telah merasakan sakit yang
sama, seorang Riana tidak pernah Jera untuk jatuh hati lagi. Yah, Siapa yang
bisa mengelak jika cinta menghampiri hati. Bahkan satu kisah dari beberapa
kisah hati tentang Riana yakni menyukai seorang lelaki yang bagi Riana cukup
sempurna untuk mendampinginya di masa depan. Kali ini Riana tak seperti
biasanya yang berjuang mencari perhatian, tapi Riana tak melakukan apapun untuk
menarik perhatiannya. Bukan karena Riana tak mampu tetapi karena tak ada celah
untuk itu. Riana hanya mengagumi dari sudut kejauhan.
“Aku tak pernah ingin
menjadikannya hanya sekedar kekasih, tetapi aku ingin dialah seseorang di masa
depanku kelak.” Ungkap Riana
Seorang wanita memimpikan
seseorang di masa depannya adalah hal yang terkadang dilakukan oleh semua
wanita dan termasuk Riana.
Hingga suatu ketika disaat Riana
melihat titik terang dari impiannya. Secara tiba-tiba komunikasi dengan kekasih
hatinya itu mulai terbangun. Yah, tak akan pernah Riana melewatkan kesempatan
itu. Deni, nama pujaan hatinya yang kini menghiasi hidupnya. Tidak hanya
komunikasi, signal-signal indah mulai dia rasakan. Oh.. Betapa bahagianya
ketika signal itu menandakan impian sebentar lagi terwujud.
Tidak hanya komunikasi, Deni
mengajak Riana untuk Dinner malam itu. “Ohh.. Senangnya, Ini pertama kalinya. Aku
Harus tampil cantik.” Ucap Riana dengan senyum lebar di bibirnya.
Makan malam indahpun yang
merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Tak ada yang bisa menggambarkan betapa
senangnya hati Riana pada saat itu.
“Kamu tidak takut malam ini aku
bawa kamu pergi jauh ?” Tanya Deni.
“Apa ??” Riana kaget dengan
pertanyaan tiba-tiba itu dan apa maksud dari pertanyaan itu dan bagaimana Riana
menjawabnya.
“Inikan pertama kalinya untuk kita,
jalan bersama, padahal kita sudah kenal sejak kecil. Apa tidak ada kekhawatiran
aku akan melakukan hal-hal yang aneh kepadamu dan bisa saja aku bawa kabur
kamu.” Ungkap Deni dengan tersenyum. Pernyataan yang tak pernah terpikir oleh
Riana dan pernyataan itu yang membuatnya terdiam.
“Kamu mau bawa aku kemana ??
Lagian kalaupun kamu ingin menculik aku, orang tuaku tahu kok dimana mereka
harus mencariku.” Jawab Riana
“Ohh iyaa,, orang tua kita
berteman, tentu orang tuamu tahu dimana bisa cari aku.” Kata deni dengan
tertawa kecil. Perasaan legahpun dirasakan Riana saat itu. Hanya karena ingin
terlihat sempurna membuat Riana khawatir salah tingkah di depan Deni, meskipun
hanya pertanyaan bercanda seperti itu.
Dan malam Indah itupun berlalu
dengan kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Malam yang bersejarah yang
telah tercatat dengan tinta permanen di ingatan Riana.










