Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Riana dan Kisah Hatinya II

Meski telah merasakan sakit yang sama, seorang Riana tidak pernah Jera untuk jatuh hati lagi. Yah, Siapa yang bisa mengelak jika cinta menghampiri hati. Bahkan satu kisah dari beberapa kisah hati tentang Riana yakni menyukai seorang lelaki yang bagi Riana cukup sempurna untuk mendampinginya di masa depan. Kali ini Riana tak seperti biasanya yang berjuang mencari perhatian, tapi Riana tak melakukan apapun untuk menarik perhatiannya. Bukan karena Riana tak mampu tetapi karena tak ada celah untuk itu. Riana hanya mengagumi dari sudut kejauhan.


“Aku tak pernah ingin menjadikannya hanya sekedar kekasih, tetapi aku ingin dialah seseorang di masa depanku kelak.” Ungkap Riana

Seorang wanita memimpikan seseorang di masa depannya adalah hal yang terkadang dilakukan oleh semua wanita dan termasuk Riana. 

Hingga suatu ketika disaat Riana melihat titik terang dari impiannya. Secara tiba-tiba komunikasi dengan kekasih hatinya itu mulai terbangun. Yah, tak akan pernah Riana melewatkan kesempatan itu. Deni, nama pujaan hatinya yang kini menghiasi hidupnya. Tidak hanya komunikasi, signal-signal indah mulai dia rasakan. Oh.. Betapa bahagianya ketika signal itu menandakan impian sebentar lagi terwujud.
Tidak hanya komunikasi, Deni mengajak Riana untuk Dinner malam itu. “Ohh.. Senangnya, Ini pertama kalinya. Aku Harus tampil cantik.” Ucap Riana dengan senyum lebar di bibirnya.

Makan malam indahpun yang merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Tak ada yang bisa menggambarkan betapa senangnya hati Riana pada saat itu. 

“Kamu tidak takut malam ini aku bawa kamu pergi jauh ?” Tanya Deni.
“Apa ??” Riana kaget dengan pertanyaan tiba-tiba itu dan apa maksud dari pertanyaan itu dan bagaimana Riana menjawabnya.
“Inikan pertama kalinya untuk kita, jalan bersama, padahal kita sudah kenal sejak kecil. Apa tidak ada kekhawatiran aku akan melakukan hal-hal yang aneh kepadamu dan bisa saja aku bawa kabur kamu.” Ungkap Deni dengan tersenyum. Pernyataan yang tak pernah terpikir oleh Riana dan pernyataan itu yang membuatnya terdiam.
“Kamu mau bawa aku kemana ?? Lagian kalaupun kamu ingin menculik aku, orang tuaku tahu kok dimana mereka harus mencariku.” Jawab Riana
“Ohh iyaa,, orang tua kita berteman, tentu orang tuamu tahu dimana bisa cari aku.” Kata deni dengan tertawa kecil. Perasaan legahpun dirasakan Riana saat itu. Hanya karena ingin terlihat sempurna membuat Riana khawatir salah tingkah di depan Deni, meskipun hanya pertanyaan bercanda seperti itu.

Dan malam Indah itupun berlalu dengan kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Malam yang bersejarah yang telah tercatat dengan tinta permanen di ingatan Riana. 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar