PENAMPILAN BUKAN SEGALANYA
Penampilan,,
Sebagian besar orang beranggapan penampilan menandakan perilaku orangnya. Termasuk Bedu yang menganggap dirinya cerdas dengan berpenampilan rapi dengan pakaian yang tidak pernah kusut serta selalu meneteng buku di tangannya. Lain halnya dengan Budi yang tidak pernah memperhatikan penampilan, baju kaos dengan celana jeans robek yang sering dikenakannya.
Saat berjalan beriringan di koridor kampus, mereka terhenti oleh papan pengumuman kecil yang bertuliskan “Pertemuan khusus untuk Membahas Politik Indonesia” di buka untuk umum.
“Berani menghadiri acara tersebut?? Mhm.. pasti tidak karena orang yang berpenampilan seperti kamu ini pasti tidak memiliki pengetahuan tentang politik” ungkap Bedu dengan wajah sombong sambil merapikan bajunya.
“Kalau saya sih pasti hadir karena orang yang berpenampilan seperti saya cocok untuk mengahadiri acara tersebut” Lanjut Bedu.
“Baiklah saya tunggu kamu di acara tersebut !” kata budi singkat.
Merasa diremehkan, bedu berniat ingin membuat Budi malu karena menganggap orang yang berpenampilan seperti budi tidak mengerti tentang politik.
Beberapa hari kemudian, acara tersebut pun digelar. Bedu datang dengan berpakaian rapi bahkan kali ini dia mengenakan dasi berwarna merah sambil menenteng buku mengenai politik. Dengan percaya diri dia pun duduk di kursi paling depan. Tidak lama kemudian, budi memasuki ruangan tersebut dan semua mata tertuju padanya karena dia hadir dengan baju kaos dan celana robek kesayangannya. Serentak peserta lainya menertawainya bahkan sebagian mengejek dirinya.
“Hei, siapa kamu mana bisa orang seperti kamu datang ke pertemuan orang – orang yang intelektual seperti kami ini” kata salah seorang peserta.
“Saya kira acara ini di buka secara umum jadi siapa saja bisa ikut termasuk saya” katanya dan berjalan menuju kursi kosong. Acaranya pun di mulai setelah moderator mempersilahkan pembicara untuk memberikan penjelasan. Hingga tiba saatnya sesi untuk menanggapi dan berdiskusi dan secara bergantian orang – orang yang berpenampilan rapi tersebut memberikan pendapatnya masing –masing. Bedu yang ingin membuat budi malu berusaha memancingnya untuk bicara.
“Hei kamu, mangapa kamu hanya terdiam begitu saja, ini pertemuan politik jika tidak mengerti politik jangan datang kemari”
Budi yang dari tadi hanya duduk terdiam mulai angkat bicara “Apa yang dari tadi kalian perdebatkan semua tidak masuk akal”
Budi menjelaskan semua hal yang mereka perdebatkan dari tadi hingga mereka terkejut mendengar penjelasan budi yang sangat jelas dan mereka tidak bisa membantahkan penjelasan tersebut.
Orang-orang yang tadinya menganggap dirinya pintar kini tertunduk malu melihat budi yang tidak pernah berpenampilan rapi bahkan terkesan berantakan memiliki pengetahuan yang lebih dari mereka..










