Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Bendera Putih

Aku Tersesat di kegelapan perjalanan hidupku.
Aku tersesat di kesendirianku.
tak ada suara,, yang ada keheningan dan suara batin yang meronta kesakitan..
Aku hanya mendengar suara hati yang kelelahan dengan semuanya.

Aku kelelahan melawan arus ini..
Hati dan pikiran pun telah satu arah,,
mereka memberontak ingin segera pergi dari keadaan ini..
Tangan yang gemetarpun mencari bendera putih  dan bibir hendak teriak AKU SUDAH KALAH,,
KALIAN MENANG !!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

saat tersesat,,
tidak ada penunjuk jalan..
tidak ada penenang jiwa..
tidak ada penyemangat hidup..
terlintaslah keputus asaan,..
Terlintaslah jalan yang akan menyesatkan..


Di saat hal yang tak Menyenangkan terlintas dipikiran dan menggejolak di hati.
dan di saat hal itu terjadi berharap ada yang mengerti dan menepuk pundak serta berkata "Semuanya akan baik-baik saja"
Namun,,
jika tidak ada yang menyadari hal itu dan bahkan menambah gejolak jiwa yang terjadi..
maka hati dan pikiran akan satu arah dan berteriak "Aku LeLah dengan kondisi ini."
bahkan hal yang terburuk yang terlintas yakni " Maaf Aku BOSAN dengan KEHIDUPANku"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

New

                                                        Aku Sudah Dewasa

Sedih, takut, terkekang ..
Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis remaja yang bernama Kennyta Atmaja yang lahir di Makassar 20 tahun yang lalu. Dia di besarkan oleh orang tua yang sangat menyayanginya dan dapat dikatakan amat sangat menyayanginya mungkin dikarenakan Kennyta yang akrab disapa Kenny merupakan anak tunggal dari Burhan Atmaja dan Sandra. Tahun ini umurnya telah genap 20 tahun tetapi sikap orang tuanya kepadanya seakan-akan masih menganggapnya seorang bayi kecil yang masih butuh perhatian lebih. Kenny sangat risih dengan hal tersebut, seperti remaja lainnya Kenny ingin diberi kepercayaan untuk menjaga dirinya sendiri. Kenny sangat sayang dengan kedua orang tuanya sehingga dia tidak berani memberontak bahkan untuk meminta sedikit kebebasan kepada orang tuanya dia tidak bisa.
            Namun, sejak Kenny berulang tahun yang ke 17 lalu. Dia melakukan perubahan terbesar dalam hidupnya, dia melakukan apa yang diinginkannya selama ini tanpa sepengetahuan orang tua kesayangannya. Kenny bebas saat di luar rumah bahkan dia dapat melakukan apapun yang diinginkan selama ini, salah satunya belajar mengendarai kendaraan bermotor. Kenny remaja yang gesit sehingga dengan cepat dia bisa mengendarainya bahkan 4 bulan kemudian sejak dia dapat mengendarai motor Kenny mampu mengendarainya hingga kecepatan seorang pembalap biasanya.
            Hingga sampai suatu ketika Kenny diajak oleh seorang sahabatnya Fian ke sebuah arena balap liar. Saat itu Kenny merasakan sesuatu yang berbeda, adrenalinnya terpacu dia sangat tertarik melihatnya. Hingga akhirnya Kenny tertarik untuk mencoba.
            “Fian ku mau coba, pinjam motormu yahh..” kata Kenny menarik lengan jaket Fian
            “Gila kamu, itu berbahaya. Itu Cuma buat cowo.” Katanya sambil menunjuk arena balap yang dipenuhi dengan motor dan suara bisingnya.
            “Ayolah, please kali ini saja. Aku Cuma ingin mencoba.” Katanya sambil merengek.
            “Baik, tapi sekali lagi aku Tanya kamu mau coba?. walau kamu tahu itu sangat berbahaya.” Kata Fian yang berusaha meyakinkan Kenny.
Kenny mengangguk dan tersenyum. Fian yang tidak mampu membujuk Kenny lagi, kemudian dia turun dari motor besarnya seketika pun Kenny yang memiliki tinggi yang ideal terasa cocok dengan motor besar Fian dan dia pun bergabung dengan orang-orang yang sedang bernegoisasi tentang jumlah uang yang ingin mereka taruhkan untuk lomba.
Kenny yang menghampiri mereka ternyata ingin ikut dengan taruhan itu.
            “Aku juga ingin ikut!.” Katanya secara tiba-tiba membuat orang-orang tadi terbelalak dan kemudian tertawa.
            “Kamu itu perempuan kecil seharusnya ada di atas tempat tidur dengan selimutnya bukan di sini. Hahahaa, ada-ada saja kamu ini.” Jawab salah seorang dari mereka sambil diselingi dengan tawa.
            “Bilang saja kalau kalian takut dikalahkan dengan seorang perempuan. Aku berani menaruhkan semua isi dompetku sekarang.” Kata Kenny sambil tersenyum percaya diri. Saat mendengar perkataan Kenny salah satu dari mereka merasa tertarik.
            “Berapa banyak isi dompet mu ?” Tanya salah satu dari mereka
Kenny pun memanggil Fian dan Fian yang mendengarnya menghampiri Kenny.
            “Berapa isi dompet mu sekarang?” Tanya Kenny
Akhirnya Fian membuka dompetnya dan memeriksanya “Ada sekitar 500 ribu, untuk apa sihh ?”
            “Kalian dengarkan.” Katanya sambil tersenyum kepada orang-orang tadi.
            “Gila kamu, ini uang terakhirku minggu ini.” Bisik Fian.
Mereka yang tertarik dengan jumlah uang taruhan tersebut kemudian mengannguk. Setelah negoisasi yang panjang mereka semua bersiap termasuk Kenny dan disaat salah seorang memberi tanda untuk memulai mereka semua melesat dengan cepat. Entah apa yang telah terjadi di arena,semua tidak dapat terlihat jelas oleh gelapnya malam, tapi satu hal Fian benar-benar ketakutan bukan Karena sebentar lagi dia akan kehilangan uangnya melainkan dia mengkhawatirkan Kenny karena ini pertama kalinya Kenny melakukan hal senekad ini.
            Tak lama mereka yang beradu kembali dan menuju finish di tempat mereka memulainya tadi. Dari kejauhan di kegelapan malam yang terlihat hanya cahaya lampu motor dan tidak ada yang bisa menebak cahaya motor siapa yang akan menghampiri garis akhir. Namun orang-orang yang meneonton balapan liar tersebut tentunya telah memprediksi bahwa gadis nekad tadi yaitu Kenny tidak mungkin menang. Di saat dua buah motor yang hampir bersamaan tiba di garis akhir semua orang pun bersorak gembira, namun seketika sorakan tadi terhenti sesaat saat mereka yang melihat yang telah melewati garis finis terlebih dahulu adalah Kenny.
            “yeahh… aku berhasilkan !!” teriak Kenny sambil membuka helmnya.
            “Aa.. aku benar-benar tidak menyangka.” Kata Fian terbata-bata dan kemudian memeluk Kenny. “Thanks God.” Bisik fian dalam hati. Raut cemas di wajahnya kini berubah saat melihat Kenny baik-baik saja.
            “Udah pelukannya, aku nggak papa ko’. Ayo, kita merayakannya dengan hasil uang taruhanya!.”
            Setelah malam itu Kenny seketika terkenal. Semua orang yang menyaksikan balapan tersebut tak hentinya membicarakan Kenny bahkan beberapa orang penasaran dengannya dan kembali menantang Kenny. Mulai malam itu pula Kenny selalu datang ke tempat itu bahkan Kenny seakan menjadikan balapan liar itu sebagai hobbynya. Tidak hanya itu, di tempat itu pula Kenny menemukan pujaan hatinya yang kini telah menjadi seseorang yang penting dalam hidupnya, Randa itulah nama yang telah mengisi hati seoarang Kenny yang hampir genap dua tahun.
                                                                        ***

            Sepulang sekolah Kenny diantar oleh Fian langsung ke rumahnya, tapi sebelum itu Kenny dan fian telah mengatur janji ke tempat balapan lagi.
            “Assalamu alaikum bunda” salam Kenny sesampainya di rumah
            “Walaikumsalam, sudah pulang ganti baju terus makan, bunda tadi masak makanan kesukaan kamu, tapi kamu ambil sendiri di dapur ya, bunda lagi ada tamu.” Jawab bunda Kenny panjang lebar. Kenny hanya menganguk dan berjalan menuju kamarnya.
            “Itu tadi satu-satunya anakku, dia itu manja belum bisa mengurus dirinya sendiri keluar rumah saja pasti harus di temanin.” Lanjutnya.
            “Ught,. Capek di urusin seperti anak kecil. Bagaimana jika bunda tahu kalau aku suka balapan,tidak terbayang raut mukanya.” Kata Kenny dalam hati dan kemudian berlari menuju kamarnya. Saat di kamar dia melempar tubuhnya ke atas tempat tidur dan meneteskan air mata. “Tuhan aku capek di perlakuin seperti anak kecil dengan bunda dan ayah, aku ingin mereka tahu kalau aku sudah besar aku ingin bebas. Aku hanya ingin menikmati hidupku seperti yang lain. Aku sedih Tuhan sekarang umurku sudah 20 tahun tapi aku sama sekali tidak punya banyak teman. Tapi untungnya aku punya Fian sahabat terbaikku dan Randa kekasih hatiku. Mereka berdua berhasil meyakinkan kedua orang tuaku sehingga aku bisa diajak jalan oleh mereka berdua. Thanks God telah menghadirkan mereka berdua dalam hidupku di tengah kegundahanku saat ini.” Ungkapan kesedihan Kenny pada dirinya sendiri.
            Kenny adalah wanita yang cukup tegar, dia tidak suka  larut dalam kesedihanya. Dia pun mengusap airmatanya dan bersiap-siap karena sebentar lagi Fian akan datang menjemputnya. Dia mengenakan pakaian rapi dengan kemeja panjang dan celana jeans biasa tetapi seperti biasa dia memasukan baju kaos dan jaket kulit kesayangannya serta celana jeans ketat dalam tasnya karena dia tidak mungkin mengenakan itu semua dihadapan orang tunya.
Tidak lama kemudian terdengar suara motor kesayangannya, motor yang selalu dipakainya saat balapan dan itu adalah motor Fian. Dia pun bergegas keluar kamar dan menghampiri ibunya untuk meminta izin.
            “Bunda, aku pergi dulu yah! Aku mau ke toko buku habis itu mau kerja tugas kuliah, jadi mungkin aku pulangnya agak malam.” Kata Kenny kepada ibunya. Tentunya dia terpaksa harus selalu bohong karena dia tidak mungkin menjelaskan kepada ibunya kalau malam ini dia akan ikut balapan. “Iya, kamu perginya sama siapa ?” Tanyanya.
            “Di luar sudah ada Fian, mau jemput aku.” Jawabnya.
            “Kamu ini aneh, pacar kamu Randa kan kenapa malah sering di jemput sama Fian.”
            “Iya bun, Randa lagi ada keperluan jadi tidak bisa jemput aku. Aku pergi dulu yah, assalamu alaikum.” Jawabnya singkat karena tidak ingin ibunya bertanya panjang lebar lagi Karena dia sendiri tidak tahu mengapa dia lebih senang jika di jemput oleh Fian. Saat selesai berpamitan Kenny keluar dan menghampiri Fian.
            “Ayo, kita berangkat!” ajaknya.
            “Siap tuan putri, atau tuan putrid mau bawa motornya sendiri.” Katanya menggoda Kenny. “Jangan banyak bercanda deh ini masih depan rumah dan bunda masih melihat kita dari tadi ayo buruan.” Katanya pelan.
            “Kita singgah lagi di rumahku?” Tanya Fian.
Kenny hanya mengangguk untuk mengiyakannya. Sesampainya di rumah Fian, tanpa permisi lagi Kenny langsung masuk kamar fian untuk menggati pakainanya. Kenny sudah tidak canggung lagi masuk ke kamar Fian karena hal itu seirng di lakukannya, apalagi Fian tinggal sendiri kedua orang tuanya tinggal di Jakarta. Mereka menetap di sana karena tempat kerja ayah Fian menugaskannya menempati posisi di sana. Setelah selesai ganti pakaian Kenny yang melihat Fian duduk terdiam yang seakan memikirkan sesuatu.
            Kenny khawatir melihat Fian seperti itu dan dia pun menanyakannya keadaan Fian. Akhirnya Fian menjelaskan kalau dia baru putus lagi dengan pacarnya. Seperti biasanya Fian tidak pernah lama dalam berpacaran. Entah kenapa, tetapi setiap kali Kenny bertanya kepada Fian, dia hanya menjawab “karena aku tidak punya perasaan dengannya, hatiku hanya untuk seseorang.” Dan Kenny selalu melontarkan pertanyaan “siapa dia?” Namun, Fian tidak pernah mau menjawabnya. Sering kali Kenny berusaha mencari tahu siapa yang selama ini dicintai oleh sahabatnya.
            “Fian contohi aku dong! Aku hampir dua tahun pacaran dengan Randa, seharusnya kamu juga sebaiknya kamu mengejar pujaan hatimu saja.” Katanya Panjang lebar.
            “aku telah mengejarnya bertahun-tahun, tapi dia tidak menyadari kalau aku sangat mencintainta.” Jawab Fian dengan menatap wajah Kenny tanpa berkedip. Kenny yang dipandangi oleh Fian merasa salah tingkah dan berusaha memalingkan wajahnya. Itu pandangan yang tak biasa dari seorang Fian, sebelumnya Fian tak pernah memandangnya seperti itu, pandangan yang penuh dengan arti.
            “Kita berangkat ke tempat balapan yah! Randa pasti sudah menunggu kita.” Dengan salah tingkah Kenny Cuma bisa mengatakan tiu dengan terbata-bata.

Tiba di lokasi, Kenny masih memikirkan perkataan Fian yang sangat aneh menurutnya terlebih tatapan Fian yang mengandung seribu makna yang tak di ketahuinya.

            “Kenny, kamu serius ingin ikut balapan ini?” Tanya Fian yang khawatir.
            “Fian sahabat baikku, pastinyalah aku ikut apa lagi taruhannya gede’, kamu siap-siap aja aku traktir dan pilih tempat sesuka hatimu.”
            “Kenny aku serius, aku benar-benar khawatir perasaanku nggak enak. Mereka orang baru di arena ini kamu belum tahukan bagaimana mereka.”
            “Fian kamu jangan khawatir deh!, Kenny pasti baik-baik saja, dia kan ratu balapan iyaa kan sayang.”Kata Randa menghela pembicaraan mereka.

Akhirnya Kenny pun mulai balapan, putaran pertama semuanya baik-baik saja. Keanehan pun muncul saat putaran terakhir, motor Kenny tiba-tiba oleng sepertinya dia tidak focus dalam mengendarainya dia kehilangan kendali dan . . . .
Brukk… rrr…
“Kennyy ……” Teriak Fian dan teriakan itu di susul dengan suara berisik dengan orang-orang yang melihat kejadian itu. Fian berlari secepat mungkin menemui Kenny. Saat tiba di sana dia melihat darah Kenny bercucuran, keadaanya tak dapat di gambarkan lagi. Fian dengan sigap membawa Kenny ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Kenny di tangani oleh dokter di UGD (Unit Gawat Darurat). Fian tak henti-hentinya meronta, penyesalan yang amat sangat menghampirinya karena merasa tak mampu menghalangi Kenny. “Sudahlah Kenny pasti baik-baik saja.” Kata Randa sambil menepuk punggung Fian, seketika Fian berbalik dan memukul Randa perkelahian pun tak dapat dihindari. “ini semua gara-gara kamu, seandainya kamu tidak mengizinkannya ikut balapan itu semua ini tidak akan terjadi.” Kata-kata itu dibarengi dengan pukulan di wajah Randa, hingga perkelahian itu di lerai oleh orang-orang sekitar rumah sakit.
Penyesalan Fian pun bertambah saat melihat Kenny yang terbaring dan tidak berdaya. Tidak lama kemudian orang tua Kenny datang, mereka di hubungi oleh Randa. 
“astagfirullah Kenny sayang kenapa ini bisa terjadi? Fian jelaskan sama ibu kenapa ini bisa terjadi ?” Tanya ibu Kenny yang di barengi raut wajah yang khawatir terhadap anak kesayangannya, terlebih matanya yang kini berkaca-kaca. Fian yang tidak tega melihatnya dan merasa bertanggung jawab atas semuanya. “Mungkin ini saatnya orangtua Kenny tahu semuanya, tentang dirinya dan tentang dunia balapan Kenny yang selama bertahun-tahun disembunyikannya.” Kata fian dalam hatinya.
“Ibu, sebenarnya, kecelakaan ini  terjadi karena Kenny ikut …”
“aku Cuma kesrempet motor bunda, aku nggak papa kok. Aku cuma nggak hati – hati saja di jalan.”Kata Kenny perlahan yang telah sadar dari pingsannya, menghela penjelasanku.
“astagfirullah, lain kali kamu hati-hati dan untuk kamu Fian, kamu harusnya jagain Kenny ibu percaya  sama kamu setiap kali jalan sama Kenny ibu nggak pernah larang.” Kata bunda Kenny yang kecewa dengan Fian.
“Maafin Fian bu, aku lalai jagain Kenny.” Ucap Fian yang masih kebingungan karena Kenny yang tiba-tiba memotong penjelasanya. Tapi, satu hal yang dia tahu kalau Kenny tahu maksudnya dan dia tidak ingin orang tuanya tahu semuanya. Sadarnya Kenny dari pingsanya membuat raut wajah Fian yang tadinya sangat khawatir, kini mulai tersenyum lega.
Kabar buruk untuk kesehatan Kenny, kakinya yang terluka parah membuat dirinya tidak bisa berjalan dengan baik untuk waktu yang cukup lama dan itu artinya dalam jangka waktu lama pula dia tidak akan bisa ikut balapan. Hal tersebut membuat Kenny sangat sedih, bukan karena dirinya yang harus jalan dengan tongkat tetapi karena dia tidak bisa lagi ikut balapan yang sangat di sukainya.
“aku harus bisa jalan lagi, aku tidak bisa kaya gini hidupku ada di arena balap Fian.” Keluh Kenny dengan tangis yang tak tertahankan, dia merasa sedih tidak bisa lagi ikut balapan. Inilah pertama kalinya Fian melihat Kenny yang periang menangis di depannya dan hal itu membuat Fian ikut sedih dan dia pun berjanji akan membuat Kenny bahagia dan dia tidak ingin melihat tangis itu lagi.
Beberapa  minggu kemudian setelah hari itu, berkat usaha Fian yang tidak pernah meniggalkan Kenny sendiri membuat Kenny mulai menerima semuanya dengan sabar.   Kenny pun berusaha keras agar bisa berjalan tanpa tongkat di bantu oleh Fian yang selalu memberinya semangat dan dukungan. Kehadiran Fian di sisinnya sangat membantu dirinya. Hingga akhirnya sebulan lebih Kenny yang berjalan dengan tongkat dan kini dia tidak membutuhkan tongkat itu lagi. Walaupun dia mulai bisa berjalan tanpa tongkat namun dia belum bisa ikut balapan karena kondisi tubuhnya belum memungkinkan untuk itu.
“Akh.. akhirnya tongkat itu menjauh juga dariku setelah sebulan lebih membuatku menderita, oiya, Randa pasti senang mendengar ini hampir sebulan lebih juga aku tidak bertemu dengannya.” Katanya riang.
“aku kira kamu udah lupain dia.” Jawabnya tak menyenangkan
“Maksud kamu apa ? dia kan pacarku, tentu saja aku ingat.”
“Pacar yang kurang perhatian atau bisa dibilang  tidak perhatian sama sekali, hampir dua bulan kamu sakit, sekalipun dia tidak pernah menjenguk mu. Apa itu masih bisa di sebut seorang pacar.”
“Dia pasti sibuk, jadi dia tidak bisa menjengukku.” Jawab Kenny yang berusaha berpikir positif dengan pacarnya.”
“Sudah deh, kamu kira aku tidak tahu sekalipun dia juga tidak pernah smskan untuk skedar Tanya kabar, hampir dua bulan aku selalu ada di dekat kamu aku tahu semuanya.”
Kenny tak mampu menjawab apapun karena yang dikatkan Fian benar Randa yang merupakan pacarnya tidak pernah menjenguknya sekalipun Tanya kabarpun tidak pernah dan dia pun baru terfikir selama dia sakit fian yang telah merawatnya dan memberikannya semangat hingga kini dia sudah bisa berjalan.
            “oiyah, aku cuma mau bilang kalau aku pernah melihat Randa jalan dengan cewe lain di mall dan kurasa dia sudah melupakanmu.”
            “Cukup Fii, aku tahu kamu tidak suka dengan Randa tapi kamu tidak usah menuduh dia seperti itu, aku percaya dengannya sekalipun dia tidak pernah menanyakan kabarku.” Kenny yang marah mendengar perkataan Fian dan dia pun meninggalkannya.
            Saat dalam kamar, Kenny taidak hentinya memikirkan perkataan Fian. Kenny yakin kalau fian bukan tipe orang yang gampang menuduh tanpa bukti tapi Kenny juga percaya dengan Randa di tambah lagi saat Kenny berusaha menghubungi Randa HPnya tidak pernah aktif dan saat di hubungi telfon rumahnya pun dia tidak pernah ada, saat ditanya orang rumahnya selalu bilang dia selalu pergi dengan temannya. Entah, itu betul – betul temannya atau mungkin benar yang dikatakan Fian. Kebingungan kini melandanya apakah dia harus percaya dengan pacarnya yang selama dua tahun telah menjadi pacarnya atau dia harus percaya dengan sahabatnya yang tidak pernah meninggalkannya bahkan perhatian sahabatnya lebih dari perhatian seorang kekasih.
            Kenny merasa bersalah dengan Fian karena sikapnya tempo hari, seharusnya dia berterima kasih dengannya malah Kenny marah-marah dengannya. Merasa bersalah dengan Fian, akhirnya Kenny memutuskan untuk minta maaf dan memberinya sedikit kejutan untuk ucapan terima kasih. Kenny membawa sekotak coklat ke rumah Fian.
            “Maaf..” kata Kenny dengan mengulurkan tangannya yang sedang memegang sekotak coklat kesukaan Fian.
            “Cuma sekotak coklat, belum cukup.” Kata Fian menggoda.
            “Jadi maunya apa?” jawabnya tersenyum
            “Sudahlah, tanpa minta maaf aku juga sudah maafin.”
            “Makasih, kamu memang selalu buat aku bahagia. Sebagai tanda terima kasihku aku traktir kamu deh. Sekarang kamu siap-siap and Let’s go!”
            Mereka pun beranjak dari tempat, Fian mengambil motornya yang telah di perbaikinya paska kecelakaan kemarin.
            “Kenapa ? kamu trauma dengan motor ini, aku sudah memperbaikinya. Kalau kamu nggak suka kita bisa naik taksi.”
            “Bukan, malah aku senang bisa lihat motor ini lagi. Aku hanya kangen pengen balapan lagi.” Katanya sambil mengusap motornya.
            “Sudah dehh, jangan pikirin masalah balapan dulu. Kamu masih belum boleh balapan, aku tidak akan mengizinkanmu.”
            “Iya boss… sekarang berangkat yuck!” ajaknya.  

Fian dan Kenny keluar dari salah satu tempat makan di Mall. Mereka seprti biasanya bercanda ria bahkan sesekali Fian menggoda Kenny. “ Kamu mau nggak jadi pacar aku?” kata Fian kepada Kenny.. “hahahaa,, ada – ada saja”. Namun percakapan itu terhenti saat pandangan Kenny mengarah ke seseorang yang dia kenal, karena pensaran Kenny  pun menghampirinya dan saat mendekati dan melihat orang tersebut, batapa kagetnya Kenny karena orang itu adalah Randa terlebih lagi Randa bersama seoarang cewe yang dirangkulnya dengan mesra.
            “Randa …” kata Kenny perlahan menyebut nama itu.
            “Randa sayang  dia siapa ?” Tanya cewe itu dengan manja kepada randa.
            “Kamu siapanya Randa ?” Tanya Kenny sebelum Randa menjawab pertanyaan cewe itu. “ aku pacarnya dia” katanya dengan senyum sambil meragkul Randa dengan mesra.
“Ohh.. Kenalin aku Kenny  temannya Randa.” Katanya sambil mengajak kenalan cewe tadi.
“aku Sandra, kirain kamu siapanya Randa, oia.. Aku sama Randa mau makan siang kalian mau ikut.” Melihat kejadian itu Fian tidak tinggal diam, dia pun berusaha mengajak Kenny untuk pergi secepatnya.
            “Mhm.. Terima kasih, kami mau . . .”
            “Boleh banget asalkan kalian tidak terganggu dengan kami.’ Kata Kenny menghela perkatan fian. Akhirnya mereka duduk di meja yang sama. Randa yang merasa gugup akan hal di depan Kenny yang juga merupakan pacarnya yang baru saja mengaku hanya temannya Randa di hadapan Sandra.
            “Kalian sudah pacaran berapa lama ?” Tanya Kenny membuka pembicaraan kembali.
            “Mhm.. Kami sudah pacaran hampir 5 bulan, iya kan Randa?!” jawab Sandra. Randa yang masih tak habis pikir hanya mengangguk untuk mengiyakan jawaban Sandra. Randa yang tak tahu harus berbuat apa, seperti seorang pencuri yang ketahuan mencuri, itulah sikap Randa saat ini. Akhirnya, Randa diam-diam mengirim sms singkat kepada Kenny.
            Bsa bicara d t4 lain nggak ??...
Kenny yang membaca sms itu, akhirnya meminta izin kepada sandra untuk ke kamar mandi dan Randa pun melakukan hal itu dan mengikuti Kenny dari belakang. Saat mereka tidak terlihat lagi oleh Sandra, Randa menarik tangan Kenny
            “Maafin aku, gimana dengan hubungan kita ?” Tanya Randa
            “Hahaha,, pertanyaan bodoh. Buat apa kamu bertanya itu lagi, aku kira semua sudah jelas. Kamu duain aku dan itu sudah berlangsung selama 5 bulan. Tadinya ku kira kamu sibuk jadi tidak sempat menghubungiku, tapi ternyata kesibukanmu dengan cewe barumu itu.” Jawab Kenny panjang lebar.
            “Maafin aku. Aku tidak bermaksud. . . “
            “Bermaksud duain aku, gila kamu. Untung saja tadi aku nggak mengatakan kepada Sandra kalau aku ini juga pacar kamu dan kita sudah pacaran hampir 2 tahun. Kalau itu kulakukan aku jamin tangan Sandra akan mendarat diwajah kamu. Tahu kenapa aku tidak melakukan itu karena aku sayang sama kamu.” Lanjut Kenny. Setelah menjelaskan panjang lebar Kenny beranjak pergi dengan hati sedih, kecewa dan sakit hati.

Dari kejauhan Fian melihat Kenny pergi dan dia pun menyusul Kenny secepat mungkin karena dia yakin Kenny pasti sangat sedih.

Saat di atas motor mereka hanya bisa terdiam. Fian tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Namun, Fian tahu apa yang sebaiknya dia lakukan. Akhirnya dia mengendarai motornya melaju secapt mungkin ke suatu tempat yang menurutnya dapat menenangkan Kenny. Tempat itu adalah tempat favorite Kenny, Pantai.

Di pinggiran pantai, mereka duduk bersampingan sambil menatap desiran ombak sore hari. Tak ada satu pun dari mereka yang berusaha membuka percakapan. Mereka terdiam yang terdengar hanya desiaran ombak yang menyapu pasir pantai. Fian yang merasa khawatir melihat Kenny berusaha membuka percakapan. “ Kenny . . “ katanya sambil melihat ke wajah Kenny yang muram. Kenny tiba-tiba memeluk Fian dengan erat dan air matanya pun tak tertahankan lagi.
“Dia jahat banget, kenapa dia melakukan itu padaku. Padahal selama ini aku berusaha jadi yang terbaik untuknya dan aku sayang banget sama dia tapi dia tega melakukan ini padaku dan dia melakukannya telah 5 bulan dan aku sama sekali tidak tahu. Hiks..hikss…hiks..”
“Sudahlah,, lupakan saja. dia memang bukan terbaik untukmu. Pasti masih ada orang yang lebih tepat untuk orang special seperti dirimu. Tapi, aku bangga padamu kamu tidak sedikitpun menunjukan kesedihanmu di depannya orang seperti dia.”

Seminggu telah berlalu dari kejadian itu. Kenny yang tidak ingin terus mengingat Randa berusaha menghibur dirinya. Dia meminta Fian untuk mengajaknya ke arena balap. Fian setuju mengantarnya dengan syarat dia hany datang menonton balapan dan tidak akan ikut balapan. Kenny pun setuju dengan syarat itu, walapun sebenarnya kata dokter Kenny telah sembuh total dan artinya Kenny sudah bisa ikut balap lagi. Namun, fian sama sekali tidak akn mengizinkan hal tersebut karena baginya Kenny belum sembuh total atau sebenarnya Fian masih takut jikalau kejadian yang hampir membuatnya kehilangan Kenny terjadi lagi.
Di tempat balapan Kenny sangat bahagia dan tersenyum lebar karena akhirnya dia bisa datang ke tempat yang dirindukannya walaupun di tempat tersebut kecelakaan naas itu terjadi. Tapi dia sama sekali tidak trauma akan hal itu. Bahkan seandainya Fian mengizinkan dia ingin sekali ikut balapan itu lagi.
Setelah lama berdiri menikmati balapan, mereka pun memutuskan untuk pulang. Saat di perjalanan seseorang membagikan brosur tentang balapan resmi dengan hadiah yang sangat menarik yaitu siapa yang memenangkan balapan itu akan di kontrak oleh salah satu agen resmi dan akan diikutkan pada lomba balapan yang akan di adakan di lur negeri. Di perjalanan pulang Kenny terus membaca brosur tersebut. Setelah membaca brosur tersebut Kenny sangat tertarik akan hal itu. Sesampainya di depan rumah Kenny, dia turun dari motor dan memberitahukan Fian isi brosur itu.
“Fian aku ingin ikut balapan ini”
“Tidak,, kamu tidak boleh ikut dan aku tidak akan pernah mengizinkanmu ikut.”
“Tapi inikan balapan resmi jadi pasti akan sangat aman, apalagi di sana ada tim dokter yang selalu stand by dan kamu lupa kemarin dokter bilang aku sudah sembuh total kakiku sudah tidak apa-apa lagi itu artunya aku sudah bisa ikut balapan kan ?! Ayolah..” bujuk Kenny
“Aku bilang TIDAK.. titik. “
“Kamu kenapa sih, ini kan kesempatan besar buat aku untuk mengmbangkan bakatku dan apa hak kamu melarang aku, kamu bukan siapa-siapa. Intinya aku akan tetap ikut walaupun kamu tak mengizinkanku dan akupun bisa menggunakan motor orang lain jika kamu tidak ingin meminjamkanku motormu.” Katanya dengan sedikit emosi
“Kenny, aku memang bukan siapa-siapa dan mungkin aku tidak penting bagimu.tapi satu hal aku tidak ingin terjadi hal buruk kepadamu.”
“Kenapa kamu sekhawatir itu padaku. Apa pentingnya aku untukmu? Orang tuaku pun tidak akan sekhawatir itu ??”
“Karena aku sayang sama kamu, lebih dari diriku sendiri.”
“Sayang seorang sahabat tidak akan  berlebihan seperti ini.’
“Iya, karena aku sayang kamu lebih dari sahabat, aku cinta kamu Kenn, dan rasa ini telah berlangsung lama. Aku tidak ingin orang yang kusayangi selama ini terluka sedikitpun. Itu yang membuatku amat sangat mengkhawatikanmu. Maafkan aku.” Kata Fian dan setelah mengatakan isi hatinya Fian naik ke atas motornya dan pergi meninggalkan Kenny.
Kenny yang mendengarkan hal tersebut hanya bisa diam seribu bahasa dan dia hanya bisa terdiam melihat Fian yang telah pergi tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa yang baru saja dikatakannya. Mengetahui hal sebenarnya tentang perasaan Fian selama ini kepadanya. Kenny tidak menyangka kalau selama ini Fian menyukainya terlebih saat dia masih pacaran dengan Randa, cerita-ceritanya serta perasaanya kepada randa selalu diceritakannya kepadanya. Tentu saja Fian akan sangat sedih saat itu. “mengapa aku sama sekali tidak peka akan hal itu.” Katanya dalam hati.
Setelah kejadian itu, Kenny tidak berani untuk menghubungi Fian bahkan dia pun tidak berani melihat Fian. “Aku harus menemui Fian.” Akhirnya Kenny memutuskan untuk menemui Fian di rumahnya.
Sesampainya Kenny di rumah Fian dengan hati deg degan dia melangkahkan kakinya perlahan dan mengetuk pintu rumah dan seseorang membuka pintu. Betapa legahnya ternyata yang membuka pintu bukan Fian.
“Eh, mbak Kenny cari Fian yaa, kebetulan Fiannya nggak ada.”
“Fian kemana yaa?” Tanyanya
“Kurang tahu mbak tapi dia menitipkan ini untuk mbak Kenny.” Katanya sambil memberikan amplop kepada Kenny.
“Terima kasih yah!” Kenny pun membuka isi amplop tersebut dan di dalamnya terdapat selembar surat dan ID card peserta lomba. Kenny sangat terkejut melihat ID card tersebut dan secepatnya dia membaca surat yang ada di tangannya.

Kenny, maafkan aku. Aku memang tidak punya hak utnuk melarangmu untuk melakukan apapun. Tapi aku melakukan hal itu karena aku tidak ingin kehilangan orang yang sangat ku cintai.dalam hidupku.
Kenn, kamu ingat perkataanku tempo hari tentang pujaan hatiku yang membuatku tak pernah betah pacaran dengan orang lain, yang membuatku tidak bisa menyukai orang lain dan pujaan hati yang telah kukejar selama bertahun-tahun, namun pujaan hatiku itu tidak menyadari kalau aku telah mengejar dirinya. Kamu selalu ingin tahukan siapa pujaan hatiku selama ini. Kurasa kamu sudah tahu siapa dia atau butuh ku perjelas lagi siapa pujaan hatiku selama ini, dia adalah Kennyta Atmaja.
Aku cinta kamu. Dan aku tidak ingin orang yang kusayangi bersedih, untuk itu aku berinisiatif untuk mendaftarkan dirimu di perlombaan yang sangat ingin kau ikuti untuk mewujudkan impianmu menjadi pembalap professional. Aku ingin kamu bahagia.
Oiya,, beberapa jam lagi lombanya akan dimulai. Kamu pasti lupa kalau lomba itu dilaksanakan hari ini. Tebakanku pasti benarkan..
Sekarang kamu menuju ke tempat lomba yaa. Motor kesayanganmu telah kupersiapkan di bagasi dan kata panitianya motor itu  juga layak untuk ikut lomba.
Jadii, aku tunggu kamu di garis Finish. Karena masih ada kejutan lainnya menunggmu di gasis finish..
Love u. . .
                                                                                                                        F i a n


                                                                                                           
Setelah membaca surat dari Fian, Kenny sangat bahagia dan tanpa pikir panjang lagi Kenny mengenakan ID card yang bertuliskan namanya kemudian berlari ke bagasi  dengan sigap mengendarai motor kesanyangannya dan menuju lokasi perlombaan.
Sesampainya di lokasi perlombaan, Kenny mencari Fian namun Kenny tidak menemukannya dia hanya disambut oleh panitia lomba yang menyuruhnya segera ke lokasi. Tanpa pikir panjang lagi Kenny di arahkan untuk prepare.
Beberapa jam kemudian Kenny pun telah berada di lintasannya.  Lintasan impiannya selama ini. “Thanks Fian atas semuanya. Aku akan menemui mu di garis Finish.” Kata Kenny dalam hati sesaat setelahnya motor pun melaju dengan cepat. Perlombaan di mulai, tak ada yang tahu siapa yang akan menginjakkan garis finish untuk pertama kalinya.
Sesaat sebelum putaran terakhir, semua yang menyaksikan pertandingan bersorak gembira. Betapa bahagianya Kenny saat garis finish di depan matanya. Beberapa menit kemudian tak terdengar suara penonton saat itu, hening mereka semua deg degan menyaksikan detik-detik terakhir dan setelah pembalap melalui garis finish serentak semua orang bersorak gembira.
Saat kenny di beri selamat dengan para kru yang mengahampirinya, Kenny hanya tersenyum bahagia dan melirik kesana-kemari tentunya mencari orang yang telah menunggunya di garis finish dan di tengah keramai orang yang memmberikan selamat kepadanya Kenny melihat sosok yang dicarinya seketika pun berlari dan memeluknya.
“Terima kasih Fian, aku mencintaimu. Aku sadar ternyata rasa itu, rasa sayang. Terima kasih impianku terwujud.” Kata Kenny panjang lebar di pelukan Fian.
“Maaf aku hanya bisa menduduki posisi keempat.” Lanjut Kenny.
“Posisi itu sangat luar biasa Kenn, apa lagi lawanmu semua cowo banyak yang tidak menyagka kamu bisa melakukannya. Saat aku mendaftarkan dirimu awalnya panitianya tidak percaya mereka kira aku becanda, untungnya aku bisa meyakinkan mereka.” Jawab Fian.
“Makaseh. Kamu bilang di surat katanya masih ada kejutan untukku.”
“Kamu sudah siap ?” Tanya Fian. Kenny mengangguk menandakan dia sudah tidak sabar untuk mengetahui kejutan selanjutnya. Fian pun menunjuk kesuatu arah dan betapa kagetnya Kenny saat melirik ke arah itu. Dia melihat orang yang tidak asing lagi baginya dan sesaat raut wajahnya berubah seketika menjadi panik dan sesekali melirik ke Fian, namun Fian hanya tersenyum dan memeberikan isyarat menyuruh Kenny untuk menghampiri mereka.
“Bunda, Ayah.. maaf kan aku. Aku . . .” Ucap Kenny panik.
“Sayang Bunda sama Ayah tidak marah kok! Fian sudah menjelaskan semuanya saat pertandingan di mulai. Kami sudah mengerti kalau Bayi kecil bunda sudah dewasa.”
“Bunda, terima kasih. Artinya aku bisa menggeluti dunia balap ini bunda ?”
“Etss.. bunda belum bilang seperti itu.! Tapi Cuma boleh seminggu sekali.”
“Terima kasih bunda.” Ucap Kenny dengan tersenyum bahagia.

Itulah hari yang sangat bahagia untuk Kenny. Orang tuanya telah mendukung impiannya. Impian yang tidak semua orang tua mengizinkan anaknya untuk menggelutinya apalagi  dunia yang tidak lazim untuk seorang gadis seperti Kenny. Akhirnya orang tua Kenny yang selama ini memperlakukan Kenny layaknya seorang anak kecil, kini mereka telah sadar bahwa bayi kecilnya telah dewasa dan memberikan sedikit kebebasan kepada Kenny.
"Thanks God,, walau hanya sedikit setidaknya kebebasan yang ku impikan dapat kurasakan." Ucap Kenny dalam hati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS