Ketika ingatan-ingatan kemarin berlabuh di rentetan
waktu selanjutnya
Dan tak bisa untuk dikendalikan bahkan menghentikannya
Kemudian yang hanya bisa dilakukan adalah menikmati
dan mengenang
Disaat ingatan itu masih hangat dan masih terekam
jelas
Yahh.. Kalimat-kalimat yang kamu lontarkan tanpa
sedikitpun nada keraguan
Yang mana kemudian aku meyakini kalimat itu, meski aku
takut percaya
Tahukah kamu saat ini. . .
Semuanya terlihat tidak masuk akal
Kemarin kalimat itu benar-benar terlihat dari hatimu
Tetapi saat ini, tampak kemarin hanya berupa buah
bibirmu yakni sekedar bujuk rayu
Sadarkah ??
Pergantian kalimat kemarin dengan kalimat baru
memiliki jenjang waktu singkat
Hal itu benar-benar singkat bahkan sangat singkat
Semuanya membuktikan bahwa kalimat kemarin tak pernah
bersumber dari hatimu
Kalimat itu hanya sebuah kalimat yang tak pernah
memiliki arti
Mungkin sejak diucapkan kalimat itu pertama kali
memang tak bermaksud memiliki arti
Akhh…
Bagaimanapun juga kalimat itu pernah menghanyutkanku
Dan ketika kalimat itu kini tak berarti lagi,
setidaknya aku memiliki kenangannya
Mungkin tidak hanya itu,
Kalimat baru kini menegaskanku bahwa aku tidak perlu
menyesal
Terima kasih telah memberikanku kesempatan
mendengarkan kalimat itu
Yang selanjutnya menjadi kenanganku hari ini dan esok. . .
*Tahukah kamu apa yang kupikirkan saat aku menulis ini ??? *











0 komentar:
Posting Komentar