Ini kisah lama dan hanya terulang
dengan objek yang berbeda. Riana namanya
dan kisah itu kisahnya. Gadis berwajah
asia dengan gaya dan perilaku sederhana serta senyumnya yang ramah, itulah sosok
Riana. Dia patut bersyukur dikelilingi keluarga yang harmonis dan penuh tawa
yang hangat. Namun disisi lain Riana selalu saja terjebak dititik yang sama,
yahh titik itu adalah kisah hatinya.
Mencintai seseorang itu wajar,
apalagi jatuh cinta kepada siapa saja bisa terjadi kapan saja. Yahh, cinta tak
pernah mengenal waktu. Demikian pula Riana, cinta datang dan pergi dihatinya. Tetapi
ada yang beda dari kisah cinta Riana yang menurutnya itulah titik yang sangat
menyakitkan. Titik yang selalu saja terulang hampir sepanjang tahap
kehidupannya.
Bahkan di tahap saat dia berumur
lebih dewasa. Mencintai seseorang sepenuh hati dan berusaha untuk menarik
perhatiannya agar cintanya terbalaskan. Itu kisah normal yang banyak orang
pernah merasakannya. Yang berbeda dari kisah Riana adalah ketika dia mencintai
seseorang dan berusaha melakukan yang terbaik agar pujaan hatinya dapat juga menyukainya.
Yah, Riana selalu saja berhasil memikat pujaan hatinya dengan keramahan dan
kesungguhannya melakukan yang terbaik tanpa terlihat oleh mata orang lain. Namun,
jika Riana telah sampai di titik tersebut maka semuanya buram bahkan gelap. Mengapa
??, karena setelah melewati titik tersebut maka selnjutnya titik yang
menyakitkan harus dan selalu saja dia rasakan. Titik yang menyakitkan itu yakni
Riana harus menerima kenyataan bahwa
pujaan hatinya tidak pernah memiliki perasaan kepadanya hanya sebatas ‘teman
baik yang menyenangkan’. Tidak hanya
sampai disitu, kenyataan selanjutnya adalah pujaan hatinya lebih menyukai orang
lain dan orang lain tersebut tidak jarang adalah sahabat Riana sendiri.
“Mengapa harus orang yang disekelilingku
??” Teriak batin Riana ketika harus mengetahui kenyataan tersebut. Tentu akan sangat menyakitkan ketika melihat
pujaan hati berusaha menarik perhatian sahabat sendiri. Betapa cemburunya hati
seorang Riana disaat melihat senyum terurai lebar dari pujaan hatinya bersama
sahabatnya. Tidak hanya Riana, setiap perempuan akan teriris hatinya jika harus
menghadapi kisah tersebut.
“Kisah ini sama dengan kisah
sebelumnya yang berbeda hanya objeknya karena rasa sakitnyapun sama.” Keluh
Riana pada dirinya sendiri.











0 komentar:
Posting Komentar