Aku kembali terusik di
saat ku saksikan kisah serupa yang berkali-kali kulihat.. Aku terusik, dan kali
ini tarasa semakin dalam dari sebelumnya. Apalagi ketika kuperhadapkan dengan
kenyataan disekelilingku membuat ku tak mampu membendung rasaku sendiri. Aku
kembali terisak sendiri tanpa mereka yang disebut ‘kawan’. Yahh, Itu pilihanku
untuk terisak seorang diri dan tak perlu mereka kujadikan kambing hitamku
karena mereka tak mampu mengerti.
Gundah, itu kata yang
tepat untuk menggambarkan jeritanku saat ini. Jeritan yang Cuma aku dan Allah
yang tahu dan berharap Allah memberikan penjelasan akan jeritanku. Aku bingung
dan aku muak dengan kisah ini yang setiap saat mengusik bahkan menghantui.
Tahukah, disaat terusik
yang ada di benak “jalan sesatpun terasa ingin ditempuh”.
Meski hati telah
mejawab kegundahan itu, namun bayangan sesal lebih gelap dan menakutkan.
Bayangan sesal kelak yang membuat gundah bergejolak dan isak tak tertahankan.
Aku sakit kini bukan
gundah lagi. Jeritanku berbeda dan sangat menyakitkan. Membuatku sesak dan terisak
tapi kondisi yang membuatku menahan atau mungkin hanya menunda hingga kutemukan
titik dimana aku sendiri dan melampiaskan dengan caraku sendiri. Aku sakit
Allah, aku lelah dan aku tersiksa dengan kondisi yang harus membuatku memakai
topeng yang berhias senyuman. Terlebih topeng yang harus ku tampakkan di depan
orang tuaku. Aku benar-benar lelah.
Lagi dan Lagi..
Ini bukan yang pertama kalinya kukeluhkan hal ini. Beberapa waktu yang lalu sakit ini sedikit terlupa namun kembali terkuak oleh kisah serupa yang memiliki akhir yang indah.. Akhir yang tak mungkin kuwujudkan dalam duniaku.
Dibenakku, dimimpiku
dan disetiap khayalanku begitu indah, namun jauh berbeda dengan kehidupan
nyata. Mungkin aku terlalu banyak bermimpi atau mungkin aku terlalu lama hanyut
dalam ruang mimpi. Tapi hanya ruang itu yang melegakan dan ruang itu ada damai,
mungkin ruang itu hanya akan jadi ruang yang tak berarti di duniaku saat ini.
Lagii. . .











0 komentar:
Posting Komentar